Jumlah perokok remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan. Kawasan tanpa rokok di tempat belajar mengajar merupakan salah satu upaya untuk melindungi warga kampus dari paparan asap rokok dan untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan produktif. Hasil need assesment salah satu kampus di Yogyakarta, masih ditemukan puntung rokok dan bau asap rokok di area kampus. Sebagian besar perokok mempunyai keinginan untuk berhenti merokok namun merasa kesulitan untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengidentifikasi motivasi calon konselor Upaya Berhenti Merokok. Intervensi dilakukan melalui pelatihan sehari dengan metode, ceramah, role play dan diskusi tanya jawab. Media yang digunakan adalah lembar balik untuk konseling berhenti merokok. Sampel ditentukan secara purposive sampling yang terdiri dari mahasiswa dan dosen sebanyak 30 orang. Dilakukan pretes dan postes sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi proses menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata untuk pengetahuan yang mencakup dampak rokok terhadap kesehatan, tata laksana upaya berhenti merokok dan manajemen upaya berhenti merokok di kampus. Hasil uji statistik dengan Pair T test diperoleh nilai significancy 0,000 (p<0,05). Motivasi peserta pelatihan terbagi menjadi tiga ketegori yaitu meningkatkan kapasitas diri, melakukan aksi promosi kesehatan, dan bentuk kepedulian terhadap kesehatan. Pelatihan upaya berhenti merokok terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan. Motivasi peserta pelatihan menjadi hal penting yang menentukan keberlanjutan program. Selain itu diperlukan komitmen yang kuat dari pemegang program dan mitra, serta dukungan dana sangat diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan program.
Copyrights © 2024