Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining Kesehatan dan Edukasi Kesehatan tentang Hipertensi pada Masyarakat Dukuh Karangjambe: Health Screening and Health Education on Hypertension to the Community of Karangjambe Village Rosyidah, Rosyidah; Ansel, Muhammad Dzaki Fulvian; Peni, Nur; Suryana, Aufatcha Ayutya; Wibowo, Najwa Karina; Nasution, Novarinsa Hidayah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8064

Abstract

Hypertension is still ranked number one among the top ten diseases in Yogyakarta. Based on the Banguntapan III Health Center profile, in 2022, it was found that 568 people suffered from hypertension; this is due to the discovery of cases from research carried out by group 26 Field Learning Practices (PBL), namely the highest case of non-communicable diseases obtained was hypertension, 27 people (36%). This community service activity aims to follow up on problems related to hypertension in the Dukuh Karangjambe area. There are several stages in the method used in this community service activity. The first stage of this community service activity is the community diagnostic method used to explore problems and identify problems in the area. The service implementation time is from May 23, 2024, to July 14, 2024, with a team of 6 people: one lecturer and five students. The results of determining the priority of problems based on the community diagnosis of hypertension are problems that need to be resolved in the area. Intervention activities are carried out with several activities, namely health screening, health education, and gymnastics. The results of this counselling showed an increase in knowledge in the excellent category from before the counselling 50 and after the counselling 74.5. The Wilcoxon test's statistical results (p-value = 0.000) showed a significant difference in the average knowledge score about hypertension before and after the counselling.
Pelatihan Upaya Berhenti Merokok: Capasity Building Mahasiswa dan Dosen Untuk Pengembangan Kampus Sehat Trisnowati, Heni; Suryana, Aufatcha Ayutya
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 3 (2024): VOLUME 15 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i3.1665

Abstract

Jumlah perokok remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan. Kawasan tanpa rokok di tempat belajar mengajar merupakan salah satu upaya untuk melindungi warga kampus dari paparan asap rokok dan untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan produktif. Hasil need assesment salah satu kampus di Yogyakarta, masih ditemukan puntung rokok dan bau asap rokok di area kampus. Sebagian besar perokok mempunyai keinginan untuk berhenti merokok namun merasa kesulitan untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengidentifikasi motivasi calon konselor Upaya Berhenti Merokok. Intervensi dilakukan melalui pelatihan sehari dengan metode, ceramah, role play dan diskusi tanya jawab. Media yang digunakan adalah lembar balik untuk konseling berhenti merokok. Sampel ditentukan secara purposive sampling yang terdiri dari mahasiswa dan dosen sebanyak 30 orang. Dilakukan pretes dan postes sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi proses menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata untuk pengetahuan yang mencakup dampak rokok terhadap kesehatan, tata laksana upaya berhenti merokok dan manajemen upaya berhenti merokok di kampus. Hasil uji statistik dengan Pair T test diperoleh nilai significancy 0,000 (p<0,05). Motivasi peserta pelatihan terbagi menjadi tiga ketegori yaitu meningkatkan kapasitas diri, melakukan aksi promosi kesehatan, dan bentuk kepedulian terhadap kesehatan. Pelatihan upaya berhenti merokok terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan. Motivasi peserta pelatihan menjadi hal penting yang menentukan keberlanjutan program. Selain itu diperlukan komitmen yang kuat dari pemegang program dan mitra, serta dukungan dana sangat diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan program.