Seks bebas pada remaja menjadi isu kesehatan masyarakat yang mendesak, seiring dengan tingginya angka kehamilan remaja di Indonesia, khususnya di Sleman. Kurangnya edukasi seksual serta pengaruh lingkungan memperparah situasi ini. Buku saku sebagai media edukatif dinilai potensial dalam meningkatkan pengetahuan remaja secara inklusif dan mandiri. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group design yang melibatkan 76 siswa SMP Negeri 2 Gamping, Sleman, yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberi buku saku tentang seks bebas selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner valid dan reliabel. Terjadi peningkatan signifikan pada kelompok intervensi, dari 94,7% kategori pengetahuan kurang menjadi 97,4% kategori baik (p < 0,05). Sementara pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan signifikan. Media buku saku terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai seks bebas, berkat sifatnya yang praktis, fleksibel, dan mampu menjangkau siswa secara mandiri. Media ini direkomendasikan sebagai strategi edukatif di lingkungan sekolah untuk mencegah perilaku seksual berisiko.
Copyrights © 2025