Penelitian ini menguraikan tentang permasalahan banjir di Desa Gempolsari yang menjadi masalah baru setelah bencana lumpur dan kurangnya kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Gempolsari untuk dapat tangguh menghadapi bencana banjir. Kesiapsiagaan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko dampak dan kerugian akibat bencana. Penelitian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). PAR merupakan penelitian yang melibatkan secara aktif semua pihak-pihak yang relavan (stakeholders) dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung (di mana pengamalan mereka sendiri sebagai persoalan) dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) menggunakan wawancara semi tersturktur, FGD, mapping, dan transect. Penelitian dan pendampingan ini menghasilkan reformasi Kelompok Tangguh Bencana, kampanye dan pendidikan kebencanaan, penempelan poster, dan petunjuk jalur evakuasi. Kegiatan ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat serta membangun kesiapsiagaan masyarakat. Perubahan yang dicapai setelah adanya penelitian dan pendampingan ini adalah masyarakat menjadi lebih sadar bahwa bencana datang karena kelalaian mereka sendiri dalam menjaga lingkungan, masalah kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama-sama, dan masyarakat pun sadar akan pentingnya pengurangan resiko bencana. Selain itu, masyarakat menjadi lebih mandiri dalam mengatasi masalah kebencanaan dan terbentuk kelompok tangguh bencana yang memiliki program berkelanjutan.
Copyrights © 2021