Penelitian ini mengenai upaya pengorganisasian masyarakat untuk menciptakan kesadaran terhadap lingkungan yang terkait dengan perubahan iklim. Peneliti menggunakan metodologi Participatory Action Research (PAR). Peneliti menggunakan beberapa kegiatan dalam program adaptasi perubahan iklim yaitu kampanye adaptasi perubahan iklim, stabilisasi lingkungan, penguatan kapasitas kelompok, dan advokasi yang menguatkan. Kampanye adaptasi perubahan iklim dilakukan melalui media forum grup diskusi, media poster dan media papan peringatan. Upaya stabilisasi lingkungan dilakukan melalui kegiatan kerja bakti restorasi jaringan irigasi, pembuatan dinamic filter dan inovasi eco paving blok plastik. Kegiatan penguatan kapasitas kelompok dengan pembentukan kelompok tanggap proklim dan upaya pengesahan secara legal. Kegiatan akhir ditutup dengan advokasi beberapa kebijakan berupa pengesahan kelompok, dukungan kebijakan hingga menjadi kampung iklim, dan kebijakan tentang bangunan yang berdiri di atas jaringan irigasi. Hasil dari pengorganisasian ini, terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang adaptasi perubahan iklim. Kesadaran tersebut memicu penguatan lingkungan Dukuh Grojogan menjadi lebih adaptif dalam menerima dampak perubahan iklim. Abstract. This research focuses on community organizing efforts to create awareness about environmental issues related to climate change. The researcher employed the Participatory Action Research (PAR) methodology. Several activities were carried out as part of the climate change adaptation program, including climate change adaptation campaigns, environmental stabilization, group capacity building, and advocacy strengthening. Climate change adaptation campaigns were conducted through discussion forum media, poster media, and warning board media. Environmental stabilization efforts were undertaken through communal work to restore irrigation networks, the creation of dynamic filters, and innovations in eco-paving plastic blocks. Group capacity building activities involved the formation of pro-climate response groups and legal recognition efforts. The final activities included advocacy for several policies, including group recognition, policy support leading to becoming a climate village, and policies related to structures built on irrigation networks. As a result of this community organizing, there was an increase in the community's understanding and awareness of climate change adaptation. This awareness triggered the strengthening of Dukuh Grojogan's environment to become more adaptive in addressing the impacts of climate change.
Copyrights © 2022