Penelitian ini membahas tentang pendampingan masyarakat eks kusta yang memiliki keterbatasan anggota tubuh dan mengalami keterasingan oleh masyarakat luar. Pendampingan dilakukan dengan memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki yaitu pengolahan botol plastik bekas menjadi kerajinan tas. Proses pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aset dan potensi yang dimiliki masyarakat eks kusta, mensejahterakan kehidupan mereka dan memanfaatkan limbah yang ada melalui kerajinan yang bernilai jual. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development). Pemberdayaan dilakukan untuk memanfaatkan kemampuan dan aset yang ada dilingkungan masyarakat eks kusta dengan tahapan 5D yaitu: Discovery, Dream, Design, Define dan Destiny. Hasil dari pendampingan yakni menjadikan eks penderita kusta mampu berpikir untuk memanfaatkan aset yang berada disekitar mereka dan mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai jual melalui proses edukasi secara langsung baik lisan maupun praktik. Sehingga menjadikan mereka mandiri untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Adapun pendampingan yang dilakukan peneliti adalah berupa pengolaan botol plastik menjadi berbagai model tas diantaranya long strap bag, short strap bag dan sling bag yang memiliki nilai jual.
Copyrights © 2022