Keberadaan budaya dan nilai-nilai tradisi lokal cenderung menurun sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat. Dalam pembelajaran sejarah di sekolah, gerakan pelestarian budaya melalui penerapan model pembelajaran berbasis budaya lokal harus diterapkan. Ini akan memungkinkan generasi muda untuk lebih memahami dan mengenal budaya lokal sehingga dapat dijaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengembangkan model pembelajaran berbasis nilai-nilai kesenian Ambiya untuk meningkatkan pemahaman sejarah siswa, dan 2) menguji seberapa efektif pengembangan model pembelajaran berbasis nilai-nilai kesenian Ambiya untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang sejarah lokal mereka. Penelitian ini melibatkan seluruh Madrasah Aliyah (Swasta) di Kabupaten Blitar. Cluster random sampling digunakan dalam metode pengambilan sampel. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan instrumen untuk memahami sejarah lokal. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif berupa saran ahli model pembelajaran dan pendekatan kuantitatif yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran berbasis nilai-nilai kesenian Ambiya sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran sejarah di sekolah. Hal ini ditunjukkan dari hasil penilaian validator dan mendapatkan nilai rata-rata 8,6. Keefektifan pengembangan model pembelajaran berbasis nilai kesenian Ambiya mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah lokal dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 80%. Abstrak dalam bentuk paragraf yang memuat: uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian atau pemikiran.
Copyrights © 2024