Transformasi komunikasi akademik yang semakin berbasis digital menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran moral dalam menggunakan ruang siber secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara digital citizenship dan moral agency mahasiswa dalam konteks interaksi siber pendidikan di perguruan tinggi Katolik. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif–korelasional, penelitian ini melibatkan 25 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik total enumerasi. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert (1–5) yang mencakup dua konstruk utama, yaitu digital citizenship meliputi literasi digital, etika keamanan digital, dan tanggung jawab digital serta moral agency yang terdiri atas kesadaran moral, pertimbangan moral, dan perilaku moral. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dengan dukungan teknik bootstrap resampling untuk meningkatkan akurasi estimasi pada ukuran sampel kecil. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara digital citizenship dan moral agency mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan literasi, etika, dan tanggung jawab digital seseorang, semakin kuat pula kecenderungan mereka untuk bertindak secara moral dalam interaksi akademik berbasis siber. Dengan demikian, literasi digital dan moralitas bukanlah dua domain terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membentuk perilaku etis mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini bersifat eksploratoris dengan keterbatasan jumlah sampel dan konteks institusi, namun memberikan kontribusi awal bagi pengembangan strategi pendidikan moral digital di perguruan tinggi Katolik serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan metode yang lebih beragam
Copyrights © 2026