Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering melanda Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Semarang yang menempati peringkat kedua jumlah bencana di Jawa Tengah. Salah satu penyebab utama banjir di Semarang adalah Banjir Kanal Timur (BKT), yang meskipun dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, kini menunjukkan penurunan kapasitas akibat sedimentasi, penurunan muka tanah, kenaikan permukaan laut, dan buruknya pengelolaan drainase. Kejadian banjir terbaru, termasuk banjir pada Maret 2024 dengan genangan hingga 70 cm, menunjukkan perlunya perencanaan pengendalian banjir yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rancangan dengan menerapkan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu, memodelkan perilaku banjir menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.3 pada kondisi eksisting, serta merancang upaya pengendalian banjir berupa normalisasi sungai dan perencanaan tanggul sepanjang 14,70 km kanal. Penelitian menggunakan data curah hujan 10 tahun dari empat stasiun serta data pasang surut dari Stasiun Meteorologi Tanjung Emas. Hasil studi ini diharapkan memberikan gambaran teknis mengenai zona rawan banjir, strategi mitigasi berbasis simulasi, serta estimasi biaya awal penanganan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pengendalian banjir yang berkelanjutan di Kota Semarang.
Copyrights © 2026