Karya penciptaan film Lisan menekankan peran suara sebagai medium utama dalam menyampaikan emosi dan konflik batin tokoh utama, Lani. Karakter Lani yang cenderung memendam perasaan menuntut pendekatan suara yang mampu menghadirkan tekanan emosional, ketegangan, dan nuansa psikologis tanpa hanya bergantung pada dialog atau visual. Proses penciptaan melibatkan perancangan suara diegetic, seperti langkah kaki, gesekan kain, pintu, dan ambience ruangan, yang direkam dan diolah untuk menciptakan realisme dan kedalaman dramatis. Musik dan efek non-diegetic digunakan untuk memperkuat kondisi batin tokoh dan membangun atmosfer emosional dalam adegan. Setiap elemen suara dipilih melalui eksperimen teknis dan kreatif, termasuk pengaturan mikrofon, perekaman berbagai sumber suara, dan pascaproduksi untuk menciptakan ruang audio yang mendukung narasi. Hasil karya ini menunjukkan bahwa suara dalam film tidak sekadar pendukung visual, tetapi menjadi elemen ekspresif yang menyalurkan emosi karakter, memperkuat alur cerita, dan meningkatkan keterlibatan penonton. Dengan demikian, film Lisan memperlihatkan bagaimana desain suara diegetic dan non-diegetic dapat menjadi alat artistik strategis dalam penciptaan pengalaman sinematik yang imersif.
Copyrights © 2025