Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi milenial dalam menggunakan e-wallet sebagai salah satu bentuk financial technology. Secara khusus, penelitian ini menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions terhadap minat menggunakan e-wallet. Kajian ini berlandaskan pada Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan menguji pengaruh keempat konstruk tersebut baik secara simultan maupun parsial terhadap adopsi e-wallet pada generasi milenial.Partisipan penelitian berjumlah 100 orang generasi milenial yang berdomisili di lima kecamatan di Kota Ambon, Indonesia. Responden merupakan individu yang lahir antara tahun 1980–2000 dan memiliki pengalaman menggunakan e-wallet dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Sampel mencakup responden laki-laki dan perempuan dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, sehingga mencerminkan karakteristik pengguna e-wallet pada kelompok generasi milenial.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disusun berdasarkan konstruk utama UTAUT dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah seluruh asumsi statistik terpenuhi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi signifikan dan mampu menjelaskan 68,3% variasi minat menggunakan e-wallet. Seluruh konstruk UTAUT berpengaruh signifikan, dengan performance expectancy sebagai prediktor paling dominan, diikuti oleh social influence dan effort expectancy, sementara facilitating conditions berperan sebagai faktor pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial menjadi faktor utama dalam membentuk minat generasi milenial menggunakan e-wallet serta memperkuat relevansi UTAUT dalam konteks adopsi fintech di Indonesia.
Copyrights © 2024