Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mental Accounting Versus the Illusion of Happiness; Understanding Thoughts and Meaning of Happiness from the Side Lifestyle Silooy, Marissa; Ismail, R. Suryanti; Pattinama, Gwen L. L.
Public Policy Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIA Said Perintah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/PublicPolicy.v5.i2.p923-937

Abstract

This research examines the financial behavior of students at the Indonesian Christian University of Maluku (UKIM) regarding mental accounting in daily life, influenced by lifestyle and perceptions of happiness. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through interviews, categorized by themes, and analyzed. The researchers used key informants for this study, namely 8 students from the Indonesian Christian University of Maluku.Using triangulation techniques to increase validity and reliability. Findings indicate that mental accounting affects financial decision-making and income management among students in boarding houses. It contributes to a sense of happiness as students manage their finances from their parents, showing wise application of mental accounting in financial decisions.
Understanding Adolescent Financial Behavior: The Role of Lifestyle, Self-Control, and Family Socioeconomic Status in E-Money Usage Ismail, R. Suryanti; Pattinama, Gwen L. L.; Malindir, Philipus Wijayanto
Public Policy Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIA Said Perintah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/PublicPolicy.v6.i1.p155-172

Abstract

This study examines adolescent e-money usage behavior in Ambon, influenced by lifestyle, self-control, and family socioeconomic status. Data from surveys, interviews, and observations were analyzed using cluster and descriptive statistical analysis. Findings show that adolescents are grouped into three behavioral categories: Good, Fair, and Poor. Higher family socioeconomic status increases spending tendencies, while low self-control leads to impulsive transactions driven by promotions and peer influence. Additionally, the more money stored in e-money, the more frequently adolescents spend without financial consideration.
Determinasi financial technology pada generasi milenial dengan pendekatan unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) Ismail, R. Suryanti; Istia, Mozes David; Manuhaneny, Hajar
Jurnal Indovisi Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Indovisi
Publisher : Indonesian Indovisi Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/1907908

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi milenial dalam menggunakan e-wallet sebagai salah satu bentuk financial technology. Secara khusus, penelitian ini menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions terhadap minat menggunakan e-wallet. Kajian ini berlandaskan pada Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan menguji pengaruh keempat konstruk tersebut baik secara simultan maupun parsial terhadap adopsi e-wallet pada generasi milenial.Partisipan penelitian berjumlah 100 orang generasi milenial yang berdomisili di lima kecamatan di Kota Ambon, Indonesia. Responden merupakan individu yang lahir antara tahun 1980–2000 dan memiliki pengalaman menggunakan e-wallet dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Sampel mencakup responden laki-laki dan perempuan dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, sehingga mencerminkan karakteristik pengguna e-wallet pada kelompok generasi milenial.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disusun berdasarkan konstruk utama UTAUT dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah seluruh asumsi statistik terpenuhi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi signifikan dan mampu menjelaskan 68,3% variasi minat menggunakan e-wallet. Seluruh konstruk UTAUT berpengaruh signifikan, dengan performance expectancy sebagai prediktor paling dominan, diikuti oleh social influence dan effort expectancy, sementara facilitating conditions berperan sebagai faktor pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial menjadi faktor utama dalam membentuk minat generasi milenial menggunakan e-wallet serta memperkuat relevansi UTAUT dalam konteks adopsi fintech di Indonesia.