Antioksidan dibutuhkan bagi tubuh untuk mencegah terjadinya radikal bebas dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Antioksidan berasal dari setiap bagian tumbuhan salah satunya yaitu bagian biji durian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol, aseton, dan n-heksana limbah biji durian serta untuk mengetahui pelarut yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi. Pada penelitian ini sampel biji durian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, aseton dan n-heksana. Kemudian ekstrak hasil evaporasi dilakukan uji skrining fitokimia dengan reaksi warna menggunakan pereaksi, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode spektofotometri UV-Vis dengan radikal DPPH. Hasil rendemen diperoleh pada ekstrak etanol (polar) 7,627%, aseton (semipolar) 5,231%, dan n-heksana (non-polar) 0,266%. Kandungan senyawa metabolit sekunder dalam biji durian adalah alkaloid, flavonoid, tanin, fenolik, saponin dan triterpenoid pada ekstrak aseton dan n-heksana sedangkan pada ekstrak etanol negatif triterpenoid. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH sebagai radikal bebas dan asam askorbat sebagai baku pembending diperoleh aktivitas antioksidan sebesar 7,022 ppm (sangat kuat). Hasil etanol biji durian memiliki aktivitas antioksidan 35,779 ppm (sangat kuat), aseton 94,199 ppm (kuat), dan n-heksana 174,818 ppm (lemah). Aktivitas antioksidan yang terbaik dihasilkan oleh pelarut etanol dibandingkan dengan pelarut aseton, dan n-heksana.
Copyrights © 2025