Tradisi pawang hujan merupakan praktik budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak masa lampau. Tradisi ini muncul dari kebutuhan manusia untuk menyesuaikan diri dengan alam dan mengatur keseimbangan sosial melalui ritual-ritual simbolik. Dalam konteks multikultural, tradisi pawang hujan mencerminkan keragaman keyakinan, nilai, dan pengetahuan lokal yang hidup berdampingan di Tengah Masyarakat Indonesia yang majemuk. Meskipun islam menekankan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas turunnya hujan, Masyarakat memaknai pawang hujan bukan semata sebagai kekuatan mistik, melainkan juga sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas sosial. Artikel ini berupaya meninjau tradisi pawang hujan dari perspektif multicultural meliputi pandangan budaya local, nilai religious, dan pendekatan toleransi antar kepercayaan serta mendorong pemahaman bahwa pelestarian budaya perlu disertai peneguhan nilai-nilai tauhid dan kearifan lokal.
Copyrights © 2025