Salis Amhailun Naja
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Pawang Hujan sebagai Bentuk Kearifan Lokal dalam Perspektif Multikultural Nadia Dwi Safitri; Salis Amhailun Naja; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6289

Abstract

Tradisi pawang hujan merupakan praktik budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak masa lampau. Tradisi ini muncul dari kebutuhan manusia untuk menyesuaikan diri dengan alam dan mengatur keseimbangan sosial melalui ritual-ritual simbolik. Dalam konteks multikultural, tradisi pawang hujan mencerminkan keragaman keyakinan, nilai, dan pengetahuan lokal yang hidup berdampingan di Tengah Masyarakat Indonesia yang majemuk. Meskipun islam menekankan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas turunnya hujan, Masyarakat memaknai pawang hujan bukan semata sebagai kekuatan mistik, melainkan juga sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas sosial. Artikel ini berupaya meninjau tradisi pawang hujan dari perspektif multicultural meliputi pandangan budaya local, nilai religious, dan pendekatan toleransi antar kepercayaan serta mendorong pemahaman bahwa pelestarian budaya perlu disertai peneguhan nilai-nilai tauhid dan kearifan lokal.
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER SISWA DI SDIT AL-MA’RUF TEGALREJO MAGELANG Salis Amhailun Naja; Isqi Faidla Rahmatika; Dinda Aisyah Nurul Aulia; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya religius dalam penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDIT Al-Ma’ruf Tegalrejo Magelang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius yang diterapkan melalui program 3S (Senyum, Salam, Sapa), sarapan pagi, serta shalat berjamaah (Dhuha dan Dhuhur) mampu menumbuhkan nilai religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kemandirian pada siswa. Guru berperan aktif sebagai teladan utama melalui pembiasaan adab, kedisiplinan ibadah, dan penguatan akhlak dalam interaksi sehari-hari. Selain itu, kegiatan religius yang terstruktur juga berdampak positif pada interaksi sosial siswa, meningkatkan ukhuwah, empati, ketertiban, serta kecerdasan emosional mereka. Dengan demikian, budaya religius berperan sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter Islami siswa secara menyeluruh.
PELATIHAN PEMBUATAN PEMPEK LOW BUDGET SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF IBU-IBU PKK DI DESA TRIREJO Nur Fais; Wafro Hani; Salis Amhailun Naja; Arif Tri Maulana; Nurmala Dewi; Qurrota A’yun; Muchammad Zulfan Addi Ma’ruf; Ana Fitrotun Nisa’; Deny Setiawan; Siriatun Nazah; Nur Baiti Jannat Jannati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.7088

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo melalui praktik pembuatan pempek low budget sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif melalui pelatihan dan praktik langsung pembuatan pempek dengan bahan baku terjangkau. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Januari 2026 dan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengolahan pempek, penghitungan biaya produksi, serta penentuan harga jual. Selain itu, kegiatan ini mampu menumbuhkan minat kewirausahaan peserta untuk mengembangkan usaha kuliner rumahan sebagai sumber pendapatan tambahan. Praktik pembuatan pempek low budget terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan ekonomi kreatif di tingkat desa.