Molecularly Imprinted Polymer (MIP) merupakan material selektif yang semakin berkembang dalam teknologi sensor voltametri untuk mendeteksi residu antibiotik pada matriks pangan. Kompleksitas pangan, tingginya kebutuhan deteksi cepat, dan keterbatasan metode konvensional mendorong penggunaan MIP sebagai alternatif yang stabil, sensitif, dan berbiaya rendah. Artikel ini bertujuan meninjau prospek dan tantangan penggunaan MIP pada sensor voltametri untuk analisis residu antibiotik dalam berbagai jenis pangan. Objek kajian meliputi prinsip kerja MIP, teknik pembuatan, integrasi dengan nanomaterial, serta performanya pada sampel pangan nyata. Metode penelitian menggunakan pendekatan tinjauan pustaka terhadap publikasi terkini yang membahas sintesis, karakterisasi, dan aplikasi sensor berbasis MIP. Hasil kajian menunjukkan bahwa MIP mampu meningkatkan selektivitas, sensitivitas, serta kestabilan sensor, terutama ketika dikombinasikan dengan nanomaterial konduktif dan teknik fabrikasi modern seperti elektropolimerisasi atau surface imprinting. Namun, beberapa tantangan masih ditemukan, antara lain fouling matriks pangan, kesulitan penghilangan template secara sempurna, interferensi analit analog, serta kurangnya standarisasi fabrikasi yang berdampak pada reprodusibilitas dan komersialisasi. Secara keseluruhan, MIP memiliki prospek besar sebagai material selektif dalam sensor voltametri untuk deteksi cepat residu antibiotik, namun diperlukan inovasi berkelanjutan pada aspek sintesis, validasi, dan integrasi perangkat agar teknologi ini dapat diaplikasikan secara luas dalam pengawasan keamanan pangan.
Copyrights © 2025