Kondisi terkini siswa tunarungu dalam pembelajaran bahasa Indonesia yakni keterlambatan perkembangan bahasa anak yang menyebabkan kesulitan komunikasi. Kesulitan komunikasi yang dihadapi anak tunarungu dapat mengakibatkan terbatasnya kosa kata, kesulitan dalam menafsirkan ungkapan bahasa kiasan, kesulitan dalam menafsirkan bahasa abstrak, penguasaan ritme dan ucapan, serta buruknya kosakata atau kosakata dalam bahan ajar pemahaman. Dampak langsung dari pendengaran yaitu terganggunya komunikasi lisan baik ekspresif (berbicara) maupun reseptif (memahami perkataan orang lain). Metode penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif karena kualitatif. Metode pengumpulan data nya meliputi studi pustaka seperti mengakses dan mempelajari berbagai publikasi tertulis yaitu buku, artikel, jurnal, laporan penelitian, dan publikasi lainnya. Hasil dari pengabdian ini yaitu penulis mempersembahkan inovasi tersebut sebagai suatu terobosan media pembelajaran yang ditujukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh penyandang tunarungu, khususnya yang masih berusia muda. Teknologi metaverse, kecerdasan buatan, dan konsep ruang virtual menjadi inti dari program ini yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan inklusif. Temuan menunjukkan bahwa AR dan VR dapat mengatasi hambatan komunikasi konvensional. Harapannya, tulisan ini bisa mendukung pemanfaatan inovasi teknologi untuk membantu tunarungu belajar bahasa dengan lebih baik.
Copyrights © 2025