Di era globalisasi dan maraknya media sosial, trend kuliner asing semakin mudah diakses dan diterima oleh masyarakat, terutama oleh Generasi Z. Artikel ini membahas bagaimana responds Generasi Z, serta mempertanyakan apakah mereka masih memiliki kecintaan terhadap kuliner lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. Penelitian ini menggunakan metode literatur dan kuesioner untuk menganalisis preferensi Generasi Z terhadap kuliner lokal dan kuliner asing. Hasil survei menunjukkan bahwa meskipun Generasi Z sangat terbuka terhadap eksplorasi rasa dari luar negeri, mereka masih menunjukkan rasa bangga terhadap makanan tradisional. Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peran warga negara muda dalam menjaga eksistensi kuliner nusantara, tidak hanya sebagai konsumsi harian, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan identitas nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri kuliner, dan generasi muda sangat diperlukan agar makanan lokal tetap menjadi pilihan utama di tengah trend global yang terus berkembang.
Copyrights © 2025