Jurnal Atma Inovasia
Vol. 5 No. 6 (2025)

Pendidikan Seksual Sejak Dini Melalui Pemutaran Film dan Penyuluhan di PKK RW 30 Batursari, Demak

Setyaningrum, Ratna Asih (Unknown)
Taruna Budiono (Unknown)
Amelia Syafira (Unknown)
Nabila Zahrotul Jannah (Unknown)
Bintang Denissa Kemala Putri (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2025

Abstract

Child marriage remains a critical issue in Central Java, including in Demak Regency, particularly due to cases of premarital pregnancy. One of the root causes is the lack of early sexual education. This Community Service Program aimed to raise awareness and understanding among parents—specifically PKK women cadres in RW 30, Batursari Village—on the importance of providing sexual education at home from an early age. The activity employed a participatory outreach method, beginning with the screening of short films on sexual education, followed by an educational session led by an educational psychologist. The results indicate an increase in participants’ understanding of early sexual education, along with a stronger readiness to discuss the topic openly with their children or grandchildren. The use of film proved effective in building empathy and served as an emotional bridge to open dialogue. This program demonstrates that media and communication-based interventions, when applied contextually and sensitively, can help shift public perception on issues still widely considered taboo. Keywords— child marriage, early sexual education, film media, parental role, participatory outreach. Abstrak—Pernikahan anak masih menjadi isu yang mengkhawatirkan di Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Demak, terutama akibat kehamilan di luar nikah. Minimnya pendidikan seksual sejak dini menjadi salah satu penyebab utama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua, khususnya ibu-ibu kader PKK RW 30 Kelurahan Batursari, tentang pentingnya memberikan pendidikan seksual sejak dini di lingkungan keluarga. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan berbasis partisipatif yang diawali dengan pemutaran film pendek bertema pendidikan seksual, dilanjutkan dengan sesi penyuluhan oleh psikolog pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pendidikan seksual sejak dini, serta tumbuhnya kesiapan untuk mulai membicarakan topik tersebut secara terbuka dengan anak atau cucu. Film terbukti efektif membangun empati dan menjadi jembatan emosional untuk membuka ruang diskusi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis media dan komunikasi yang sensitif konteks dapat mendorong perubahan persepsi masyarakat terhadap isu yang selama ini dianggap tabu. Kata Kunci— media film, pendidikan seksual sejak dini, penyuluhan partisipatif, peran orang tua, pernikahan anak.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jai

Publisher

Subject

Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara ...