Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi sistem pembayaran, di mana QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) hadir sebagai solusi transaksi yang mudah, cepat, dan aman. Namun, adopsinya di daerah pedesaan seperti Desa Kutambelin masih menghadapi kendala rendahnya literasi keuangan digital dan kekhawatiran akan keamanan, seperti ancaman QR code palsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi QRIS dalam meningkatkan pemahaman, minat penggunaan, serta kewaspadaan masyarakat desa terhadap penipuan digital, sekaligus mengeksplorasi perannya dalam membangun fondasi ekonomi digital yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan campuran (mixed methods) dan desain one-group pre-test post-test. Kegiatan edukasi dilakukan secara partisipatif, menggabungkan materi teoritis dengan simulasi praktis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta mengenai penggunaan QRIS. Masyarakat dan pelaku UMKM mulai beralih dari transaksi tunai ke digital, yang meningkatkan efisiensi dan transparansi keuangan. Aspek keamanan digital, termasuk mekanisme verifikasi untuk mencegah penipuan, menjadi komponen kunci dalam edukasi. Meskipun tantangan seperti infrastruktur internet yang terbatas dan variasi tingkat pemahaman digital masih ada, strategi keberlanjutan melalui kolaborasi perbaikan infrastruktur, pendampingan berkelanjutan, dan pengembangan modul lanjutan berhasil dirumuskan.
Copyrights © 2025