Artikel ini membahas konsep “bundel persepsi” yang diajukan oleh David Hume, yang menyatakan bahwa identitas pribadi bukanlah entitas tetap, melainkan kumpulan pengalaman dan persepsi yang terus berubah seiring waktu. Menurut Hume, “diri” bukanlah substansi abadi atau inti yang tidak berubah, melainkan rangkaian kesan dan ide yang muncul serta menghilang dalam kesadaran. Identitas bukanlah entitas tunggal, tetapi konstruksi dinamis yang terbentuk dari ingatan dan pengalaman yang terpisah-pisah. Persepsi menjadi unit dasar dari pengalaman manusia, menegaskan bahwa kesadaran kita tidak permanen. Artikel ini juga mengeksplorasi pengaruh teori Hume dalam pemahaman identitas dalam psikologi dan neurosains modern, serta bagaimana konsep diri berkembang dalam konteks tersebut. Selain itu, artikel ini mengkaji kritik terhadap teori Hume, terutama dari filsuf kontemporer yang berpendapat bahwa teori ini kurang memberikan ruang bagi kontinuitas dalam pengalaman manusia. Meskipun demikian, banyak teori berusaha menggabungkan pandangan Hume dengan gagasan kontinuitas kesadaran. Analisis ini menunjukkan pentingnya integrasi antara perubahan dan kontinuitas dalam memahami identitas manusia yang terus berkembang.
Copyrights © 2025