Peningkatan kebutuhan terhadap energi terbarukan mendorong upaya identifikasi wilayah dengan potensi radiasi surya tinggi, terutama di kawasan tropis seperti Pulau Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan potensi radiasi surya di 154 kabupaten/kota di Sumatera menggunakan metode K-Means Clustering. Data diperoleh dari Global Solar Atlas (GSA) berupa nilai rata-rata harian Global Horizontal Irradiance (GHI) dalam satuan kWh/m²/hari. Hasil klasterisasi menghasilkan tiga kelompok utama, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Cluster rendah (22 wilayah, rata-rata 4,240 kWh/m²/d) kurang sesuai untuk pengembangan PLTS karena tingkat tutupan awan yang tinggi. Cluster sedang (75 wilayah, rata-rata 4,535 kWh/m²/d) menunjukkan potensi yang stabil dan seimbang, sehingga cocok untuk PLTS skala menengah. Cluster tinggi (57 wilayah, rata-rata 4,793 kWh/m²/d) — didominasi oleh Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, dan Bengkulu — merupakan wilayah paling potensial untuk PLTS skala besar. Secara keseluruhan, sebagian besar wilayah di Sumatera termasuk kategori potensi sedang hingga tinggi, menunjukkan prospek besar pengembangan energi surya dalam mendukung transisi energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia. Kata Kunci - Radiasi surya, K-Means Clustering, Energi terbarukan, PLTS
Copyrights © 2025