Di Kecamatan Socah, banyaknya jumlah produsen kerupuk udang menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Ada produsen yang menawarkan harga yang lebih terjangkau, sementara yang lain fokus pada kemasan yang lebih praktis, modern dan inovasi variasi bentuk kerupuk. Kondisi ini membuat para produsen harus berinovasi dan kreatif dalam menawarkan suatu produk dibandingkan dengan pesaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen dalam keputusan pembelian kerupuk udang di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis konjoin dengan sampel sebanyak 45 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling berpengaruh dalam keputusan pembelian adalah harga, diikuti oleh ukuran, bentuk, kemasan, dan layanan pemesanan. Konsumen lebih menyukai kerupuk udang dengan harga terjangkau Rp 8.000, ukuran praktis 100g, bentuk menarik yaitu bunga, kemasan pouch, serta layanan pemesanan pesan antar. Rekomendasi yang dapat dilakukan produsen kerupuk udang di Kecamatan Socah yakni perlu mempertahankan dan memproduksi kerupuk udang sesuai dengan level atribut yang diinginkan konsumen seperti harga Rp 8.000, ukuran 100g, kemasan pouch, dan bentuk bunga. Bagi produsen yang belum melakukan metode layanan pesan antar sebaiknya mulai menyediakan opsi pemesanan online melalui WhatsApp guna mempermudah konsumen dan memperluas jangkauan pasar.
Copyrights © 2025