Makalah ini menganalisis konsep, penerapan, manfaat, dan tantangan metode pengajaran speaking interaktif dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia. Pendekatan ini menekankan partisipasi aktif siswa melalui diskusi kolaboratif, role-playing, dan integrasi teknologi seperti papan tulis interaktif, gamifikasi, serta platform e-learning (Zoom, Duolingo). Dibandingkan metode tradisional, pendekatan ini meningkatkan retensi kosakata hingga 20%, kefasihan 18%, dan kepuasan siswa 8.5/10. Strategi seperti diskusi kelompok kecil dan simulasi percakapan yang berlandaskan Communicative Language Teaching (CLT) terbukti memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi verbal. Tantangan utama meliputi keterbatasan pelatihan guru, ketimpangan akses teknologi, dan resistensi terhadap interaksi digital. Berdasarkan lebih dari 30 sumber (2020–2025), kajian ini menegaskan potensi revolusi pengajaran speaking abad ke-21 melalui desain pembelajaran adaptif, inklusif, dan berbasis AI untuk mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia.
Copyrights © 2025