K3 merupakan elemen krusial dalam menjaga kelancaran proses produksi, khususnya pada industri fabrikasi yang memiliki potensi bahaya tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kecelakaan kerja di area fabrikasi PT XYZ menggunakan metode (HIRARC) serta (HAZOP). Pendekatan penelitian bersifat deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, serta analisis data kecelakaan periode Juni–Agustus 2025. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bahaya dominan berasal dari proses pengelasan, marking, pemotongan, serta blasting dan pengecatan. Analisis HIRARC memperlihatkan empat jenis kecelakaan yang semuanya tergolong dalam kategori risiko tinggi, dengan skor risk 18–27. Analisis HAZOP mengungkap adanya deviasi seperti more sparks, more smoke, less ventilation, more friction, no PPE, hingga more chemical mist yang berpotensi menimbulkan luka bakar, gangguan pernapasan, iritasi mata, dan cedera mekanis. Rekomendasi pengendalian meliputi peningkatan penggunaan APD, perbaikan ventilasi, optimasi machine guarding, serta penguatan SOP dan pengawasan K3. Secara keseluruhan, penelitian menegaskan bahwa kombinasi metode HIRARC dan HAZOP memberikan gambaran yang lebih rinci dan sistematis terhadap penyebab kecelakaan kerja, sehingga dapat menjadi dasar peningkatan efektivitas manajemen K3 di PT XYZ.
Copyrights © 2025