PT. XYZ memiliki tiga unit Overhead Crane: C Overhead Crane, CL Overhead Crane, dan S Overhead Crane. Dari ketiganya, C Overhead Crane paling sering mengalami kegagalan yang menghambat proses produksi. Mesin Overhead Crane sangat penting untuk mengangkat dan memindahkan material, sehingga gangguan dapat mengakibatkan biaya tinggi dan risiko keselamatan. Studi ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi mode kegagalan serta menghitung Risk Priority Number (RPN) berdasarkan tingkat keparahan, frekuensi, dan deteksi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab dari aspek manusia, mesin, material, dan lingkungan. Komponen dengan nilai RPN tertinggi dianalisis lebih lanjut dengan Fault Tree Analysis (FTA) untuk menemukan akar penyebab kegagalan. Selain itu,. Hasil penelitian menyoroti komponen Pendant OHC, Contactor, dan Limit Switch sebagai prioritas perbaikan. Usulan meliputi penggantian komponen secara terjadwal, perbaikan instalasi kabel, dan perawatan preventive guna meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi produksi. Implementasi usulan ini diharapkan mampu menurunkan downtime secara signifikan serta meningkatkan produktivitas PT. XYZ secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025