Indonesian Journal of Community Services
Vol 7, No 2 (2025): November 2025

Program TANGGUH: Membangun Ketangguhan Para Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Janitra, Fitria Endah (Unknown)
Nurrahma, Herlin Ajeng (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Nov 2025

Abstract

Pekerja migran Indonesia di Taiwan merupakan kelompok rentan yang menghadapi tekanan fisik dan psikososial, termasuk jam kerja panjang, kurang tidur, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Program TANGGUH (Tumbuh Adaptif dan Guyub Untuk Hidup Sehat) dikembangkan untuk memperkuat resiliensi pekerja migran melalui pendekatan komunitas yang mencakup edukasi kesehatan, skrining gula darah sewaktu, dan konseling psikososial individual. Sebanyak 40 peserta (30 perempuan dan 10 laki-laki; usia 26–55 tahun) mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan 45% peserta berada dalam kategori prediabetes (140–199 mg/dL) dan 5% dengan kadar gula darah ≥200 mg/dL. Hasil konseling mengungkapkan bahwa 45% mengalami stres kerja, 25% gangguan tidur, dan 30% merasa kesepian akibat sistem kerja tinggal bersama. Evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 21,9% setelah intervensi, mencakup aspek manajemen stres, tidur, gaya hidup sehat, dan resiliensi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana berbasis komunitas dapat meningkatkan kesadaran kesehatan, memperkuat kemampuan koping, serta membangun dukungan sosial di antara pekerja migran. Program TANGGUH berkontribusi dalam memperkuat ketangguhan individu dan kolektif pekerja migran Indonesia di Taiwan serta berpotensi direplikasi pada komunitas rentan lainnya.Indonesian migrant workers in Taiwan represent a vulnerable group facing physical and psychosocial pressures, including long working hours, disrupted sleep patterns, and limited access to healthcare services. The TANGGUH Program (Tumbuh Adaptif dan Guyub Untuk Hidup Sehat — Growing Adaptively and Living Harmoniously for Better Health) was developed to strengthen their resilience through a community-based approach integrating health education, random blood glucose screening, and individual psychosocial counseling. A total of 40 participants (30 females and 10 males; aged 26–55 years) joined the program. Screening results showed that 45% of participants had blood glucose levels within the prediabetic range (140–199 mg/dL) and 5% had levels ≥200 mg/dL. Psychosocial counseling revealed that 45% experienced work-related stress, 25% suffered from sleep disturbances, and 30% reported loneliness due to live-in caregiving arrangements. The pre–post evaluation indicated an average 21.9% increase in knowledge scores after the health education session, covering stress management, sleep hygiene, healthy lifestyle, and social support. These findings demonstrate that simple community-based interventions can effectively improve health awareness, coping capacity, and social connectedness among migrant workers. The TANGGUH Program contributes to strengthening both individual and collective resilience of Indonesian migrant workers in Taiwan and serves as a potential model for replication in other vulnerable communities.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ijocs

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common ...