ransformasi digital telah mengubah preferensi sistem pembayaran dari tunai menuju metode digital yang dinilai lebih efisien dan aman. Salah satu inovasi yang menonjol adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang kini semakin banyak diadopsi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan QRIS sebagai alat pembayaran digital oleh UMKM di Kota Lhokseumawe, menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan analisis data melalui Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan perangkat lunak AMOS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi, dengan rata-rata persetujuan sebesar 85,54%, mencerminkan antusiasme positif terhadap penggunaan QRIS. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tiga dari empat jalur dalam model TAM berpengaruh signifikan terhadap penerimaan, khususnya persepsi manfaat (Perceived Usefulness) dan niat untuk menggunakan (Behavioral Intention to Use) yang terbukti berkontribusi pada penggunaan secara nyata (Actual System Use). Namun, pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) terhadap niat penggunaan tidak signifikan, mengindikasikan bahwa kemudahan saja belum cukup mendorong adopsi. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman akademik mengenai adopsi teknologi digital di sektor UMKM dan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan strategis guna mendorong percepatan transformasi digital di kalangan pelaku usaha.
Copyrights © 2025