Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yang memengaruhi pertumbuhan fisik, kognitif, dan produktivitas anak. Kader posyandu memiliki peran strategis dalam deteksi dini stunting, namun kemampuan mereka sering terbatas baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan berbasis praktik, partisipatif, dan didukung monitoring berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan di Posyandu wilayah Kecamatan X dengan 30 kader peserta aktif, menggunakan metode teori, praktik antropometri, simulasi edukasi keluarga, pre-test dan post-test, serta monitoring praktik selama tiga bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan keterampilan teknis kader, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan, perhitungan indeks gizi, serta kemampuan komunikasi edukatif kepada orang tua. Monitoring praktik di lapangan menunjukkan penerapan keterampilan secara konsisten, sehingga deteksi dini stunting menjadi lebih tepat waktu dan intervensi gizi lebih efektif. Kebaruan kegiatan terletak pada integrasi teori, praktik, edukasi keluarga, dan monitoring berkelanjutan yang meningkatkan kompetensi kader sekaligus kesadaran keluarga terhadap pencegahan stunting. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan kader posyandu melalui pelatihan terstruktur merupakan strategi inovatif, relevan, dan berdampak nyata dalam menurunkan prevalensi stunting di tingkat komunitas. Model pelatihan ini dapat direplikasi oleh puskesmas dan dinas kesehatan lain sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini stunting dan intervensi gizi pada balita.
Copyrights © 2025