Puisi merupakan salah satu genre sastra yang memiliki kekhasan pada kepadatan bahasa, penggunaan citra, serta struktur bunyi yang secara fungsional membedakannya dari bentuk prosa. Sedangkan apresiasi Puisi adalah suatu proses kognitif-afektif yang menghubungkan pemahaman makna dengan kepekaan terhadap bentuk, bahasa dan musikalitas teks. Dalam sejumlah temuan terdahulu menunjukkan bahwa apresiasi puisi di sekolah sering kali hanya berfokus pada identifikasi tema dan pesan, sehingga analisis terhadap diksi, gaya bahasa, dan bunyi kurang mendapat perhatian. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya pengalaman estetik siswa dalam memahami puisi secara utuh. Penelitian terdahulu menunjukkan pentingnya ketiga unsur tersebut dalam konstruksi makna dan pengalaman pembacaan. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk mengkaji elemen diksi, gaya bahasa, dan bunyi dalam puisi. Kajian ini menggunakan metode kajian pustaka analisis deskriptif kualitatif dengan sumber-sumber teoritis terkini (2020-2024). Kajian ini menunjukkan bahwa: (1) diksi yang dipilih penyair menghadirkan lapisan makna denotatif dan konotatif yang mempengaruhi pembacaan; (2) gaya bahasa (majas, struktur sintaksis, repetisi) memfungsikan bahasa sebagai alat ekspresi emosional dan retoris; (3) bunyi (aliterasi, asonansi, ritme, rima) menambah dimensi musikal yang memperkuat resonansi emosional. Implikasi kajian ini penting terutama bagi praktik pembelajaran dan pengajaran apresiasi puisi di era digital.
Copyrights © 2025