Perkembangan teknologi konstruksi menuntut ketersediaan beton berkualitas tinggi, namun tingginya kebutuhan beton berdampak pada berkurangnya sumber daya alam akibat penambangan agregat secara masif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi pecahan genteng dan abu sekam padi terhadap kuat tekan beton guna memperoleh campuran optimal sekaligus memanfaatkan limbah sebagai material alternatif. Tiga variasi campuran digunakan, yaitu V0 (beton normal), V1 (pecahan genteng 5% dan abu sekam padi 2%), dan V2 (pecahan genteng 7,5% dan abu sekam padi 4%). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3 hari dan 7 hari menggunakan total 18 sampel (masing-masing 3 benda uji per variasi per umur pengujian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai slump tertinggi terdapat pada beton V0 sebesar 11,2 cm, sementara V1 dan V2 menurun menjadi 10,5 cm dan 10,0 cm. Beton normal memiliki kuat tekan tertinggi (7,54 MPa pada 3 hari dan 15,6 MPa pada 7 hari), diikuti oleh V2 (5,03 MPa dan 9,6 MPa) serta V1 (4,9 MPa dan 9,23 MPa). Meskipun belum mencapai standar mutu K-250, V2 menunjukkan peningkatan kekuatan dibanding V1, menandakan bahwa penambahan bahan daur ulang secara terkontrol dapat memperbaiki performa beton. Penelitian ini memiliki implikasi praktis berupa reduksi limbah, efisiensi penggunaan material, dan potensi penghematan biaya beton.
Copyrights © 2025