Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

REGIONAL LEVEL EVALUATION OF ACCIDENT-PRONE ROAD SECTIONS: A CASE STUDY OF THE MANDALAWANGI–PANDEGLANG HIGHWAY KM 18–KM 28 Muhammad Oka Mahendra; Azani Musyarof
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.3879

Abstract

Traffic accidents on the Mandalawangi–Pandeglang Highway, particularly on the Km 18–Km 28 segment, have become a serious concern due to the high number of accidents recorded in the 2020–2024 period, with a total of 100 incidents resulting in 186 victims, including 32 deaths, 20 serious injuries, and 134 minor injuries. This study was conducted to evaluate the level of accident vulnerability by applying the Equivalent Accident Number (EAN) method to measure the severity of accidents based on the weight of victims, as well as the Upper Control Limit (BKA) and Upper Control Limit (UCL) methods as statistical limits in identifying blackspot locations. The analysis results show that three road segments, namely Km 18 (EAN=375), Km 19 (EAN=222), and Km 22 (EAN=93), are included in the blackspot category because their EAN values exceed the BKA (110) and UCL (118) thresholds, with dominant causal factors including poor road geometric conditions (sharp bends and steep descents), lack of street lighting, undisciplined driver behavior (such as violating traffic signs and high speeds), and unroadworthy vehicles. Based on these findings, this study recommends a series of corrective actions, including the installation of clearer warning signs and road markings, increased lighting at vulnerable points, improved road geometric design, stricter law enforcement against traffic violations, and safety education campaigns for road users, in order to reduce the number of accidents and create a safer and more sustainable transportation environment in the future.
Analisis Faktor Pengaruh Penerapan Smart Transportation Berbasis Persepsi Publik Muhammad Oka Mahendra; Muhammad Djuneydi
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2275

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Hal ini bertujuan untuk menguji pengaruh Sistem Kontrol Lalu Lintas Lanjutan, transportasi bus, dan fasilitas layanan transportasi berbasis ICT lainnya terhadap kemungkinan penerapan transportasi cerdas berbasis persepsi publik untuk mendukung konsep kota cerdas di Kota Serang. Penelitian ini melibatkan 400 orang mulai dari usia 20 tahun hingga 60 tahun dari total 413.070 orang. Mereka dipilih menggunakan cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Timbangan ukur yang digunakan adalah timbangan Likert modifikasi yang terdiri dari empat pilihan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial berupa regresi linier berganda. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: (a) Tidak ada pengaruh Sistem Kontrol Lalu Lintas Lanjutan terhadap kemungkinan penerapan transportasi cerdas, (b) Adanya pengaruh transportasi bus terhadap kemungkinan penerapan smart transportation, (c) Terdapat pengaruh fasilitas pelayanan transportasi berbasis ICT lainnya terhadap kemungkinan penerapan transportasi cerdas, (d) Terdapat pengaruh Sistem Kontrol Lalu Lintas Lanjutan, angkutan bus, dan fasilitas pelayanan transportasi berbasis ICT secara simultan terhadap kemungkinan penerapan transportasi cerdas berbasis persepsi masyarakat untuk mendukung konsep kota cerdas di Kota Serang, dan (e) Persamaan regresi pengaruh Sistem Kontrol Lalu Lintas Lanjutan, angkutan bus, dan fasilitas pelayanan transportasi berbasis ICT terhadap kemungkinan penerapan transportasi cerdas adalah Y = 5,502 + 0,072X1 + 0,168X2 + 0,321X.
Analisis Pengaruh Kinerja Lalu Lintas Terhadap Biaya Operasional Kendaraan Menggunakan Metode MKJI 1997 Shahnarani Ivanov Putrinur; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2281

Abstract

Anyer-Cilegon National Road is a vital section that experiences high density due to vehicle activity that often stops on the road, triggered by the use of sidewalks and shoulders as parking areas and street vendors' sales locations. This study adopts a quantitative approach through direct field surveys to collect primary data related to road capacity, traffic volume, side obstacles, vehicle speed, and vehicle operating costs (VOC) by referring to the 1997 MKJI method. The results of this study aim to analyze the effect of traffic performance on vehicle operating costs using the 1997 MKJI method. The results show that the level of road service is in the C-D category, with the implementation of alternative solutions successfully reducing operational costs by IDR 7.9 million. Although this reduction is not significant in nominal terms, the strategy is effective in minimizing fuel waste and spare part costs, reflecting the optimization of operational efficiency. These findings underline the importance of traffic management interventions, such as relocation of illegal parking activities and regulation of street vendors, to improve road service levels. Further research is recommended to explore the integration of smart parking technology and widening of traffic space to address the root causes of congestion in this strategic corridor.
Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Perkotaan Menggunakan Metode Hidrologi dan Hidraulik Noerfhadilah Indra Soekma; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2283

Abstract

Kota Serang, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan Provinsi Banten, menghadapi tantangan genangan air kronis di koridor Jalan Raya Cilegon-Serang akibat ketidakseimbangan antara perkembangan infrastruktur dan kapasitas drainase. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem drainase melalui analisis hidrologi-hidraulik berbasis data curah hujan historis dan simulasi kapasitas saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas saluran drainase tidak memenuhi kapasitas tampung debit rencana 68%, dengan faktor dominan berupa sedimentasi dan kesalahan desain kemiringan saluran. Analisis regresi multivariat mengungkap kontribusi signifikan dari kedua faktor tersebut terhadap frekuensi genangan. Solusi teknis yang diusulkan mencakup normalisasi dimensi saluran, instalasi sistem sediment trap, dan integrasi infrastruktur hijau (bioswales) untuk meningkatkan kapasitas infiltrasi, didukung oleh mekanisme pemantauan partisipatif masyarakat. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan ketahanan sistem drainase perkotaan dalam menghadapi tekanan urbanisasi dan fenomena iklim ekstrem, sekaligus menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam perencanaan infrastruktur berkelanjutan.
Pemilihan Moda Transportasi Umum Cilegon–Merak Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process Laska Hevanda; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2288

Abstract

This study aims to determine the most optimal public transportation mode used by the public on the Cilegon-Merak route. The approach used is the Analytic Hierarchy Process (AHP) method by considering seven main criteria, namely: travel time, cost, comfort, safety, accessibility, punctuality, and availability of modes. Data were collected by distributing questionnaires to a number of stakeholders, including transportation users, Transportation Agency officers, academics, and railway officers. The results of the analysis show that local trains are the most optimal mode of transportation, indicated by the highest global score of 4.34, followed by buses and public transportation. These findings provide recommendations for policy makers to improve train services as the mainstay transportation in the Cilegon-Merak corridor.
Analisis Kebutuhan Gardu Tol Berdasarkan Teori Antrian dan Proyeksi Volume Lalu Lintas Holiansyah; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2432

Abstract

Jalan Tol Tangerang–Merak merupakan infrastruktur strategis yang berperan dalam mengurangi kemacetan serta meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kedatangan kendaraan, waktu pelayanan, antrian kendaraan, serta kebutuhan jumlah gardu pada gerbang tol, baik kondisi eksisting maupun proyeksi 10 tahun mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, pengumpulan data sekunder, dan analisis dengan teori antrian FIFO serta standar pelayanan minimal jalan tol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas gardu tol eksisting tidak lagi mencukupi untuk melayani pertumbuhan volume kendaraan. Pada Gerbang Tol Serang Timur, jumlah gardu masuk perlu ditingkatkan dari empat menjadi enam dan gardu keluar dari lima menjadi tujuh. Sementara itu, pada Gerbang Tol Serang Barat, gardu masuk perlu ditambah dari lima menjadi tujuh dan gardu keluar dari empat menjadi enam. Simulasi antrian menunjukkan bahwa tanpa penambahan gardu, intensitas pelayanan akan melebihi kapasitas optimal (p>1), yang berpotensi menimbulkan kemacetan pada jam sibuk dan musim liburan. Berdasarkan analisis, penambahan jumlah gardu tol merupakan langkah penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam jangka panjang. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan keamanan proses pelayanan berbasis digital.
Analisis Drainase Simpang Jalan Dengan Menggunakan Software SWMM 5.2 Muhammad Iqbal; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2472

Abstract

Perkembangan wilayah perkotaan seperti Kota Cilegon berdampak langsung pada sistem drainase, terutama akibat perubahan tata guna lahan yang menyebabkan peningkatan limpasan permukaan. Salah satu wilayah yang ter dampak adalah simpang KH. Wasyid Lingkar Selatan, yang sering mengalami banjir saat hujan deras. Masalah ini umumnya disebabkan oleh kapasitas saluran drainase yang tidak sebanding dengan debit limpasan yang dihasilkan. Kajian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja sistem drainase eksisting dan memberikan rekomendasi perancangan ulang saluran menggunakan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM). Data curah hujan maksimum harian selama sepuluh tahun dianalisis menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III untuk menentukan curah hujan rancangan. Nilai-nilai ini kemudian digunakan untuk membuat kurva Intensitas–Durasi–Frekuensi (IDF), dan perhitungan debit dilakukan menggunakan metode rasional. Hasil analisis digunakan sebagai masukan dalam pemodalan SWMM untuk mensimulasikan kondisi saluran eksisting dan skenario perbaikan. Berdasarkan hasil simulasi, debit puncak tertinggi terjadi pada periode ulang 25 tahun, yaitu sebesar 2.122 m³/detik, sementara kapasitas saluran yang ada tidak memadai untuk menampung debit tersebut. Hal ini mengakibatkan luapan di beberapa titik simpul saluran. Setelah dimensi saluran dalam model diperbaiki, kinerja sistem meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, SWMM terbukti efektif dalam mengevaluasi dan mendesain ulang sistem drainase secara teknis, spasial, dan kuantitatif.
Evaluasi Sistem Jaringan Drainase Jalan Raya Menggunakan Sofware HEC-RAS Andrea Oktaviani; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2473

Abstract

Baros Road, located in Serang Regency – Banten, is an important roadway that frequently experiences flooding during heavy rainfall. This study was conducted to evaluate the capacity of the existing drainage system, which is suspected to be unable to accommodate surface runoff, and to provide technical recommendations for its improvement. The methods employed included primary data collection through channel dimension surveys and secondary data in the form of annual maximum rainfall from the Merak Maritime Meteorological Station for the period 2015–2024. The design rainfall analysis was carried out using the Log Pearson Type III method, yielding a maximum rainfall of 378 mm for a 25-year return period. Rainfall intensity was then calculated for various durations and used in flood discharge calculations with the rational method. The highest discharge was recorded at approximately 2.95 m³/s, while the lowest was around 1.78 m³/s. A hydraulic simulation using HEC-RAS software showed that all STA (100–1000) under existing conditions were unable to contain the flood discharge, with water surface elevations exceeding channel elevations by up to 1.3 m. After improving channel dimensions and increasing bed slope, the re-simulation results indicated that all channels could accommodate the discharge, with a positive margin of up to 0.5 m between channel elevation and water surface. This study concludes that the Baros Road drainage system requires technical upgrades to anticipate peak discharges caused by extreme rainfall, thereby ensuring smoother transportation and minimizing damage to road infrastructure.
Optimasi Campuran Beton dengan Subtitusi Limbah Abu Sekam Padi dan Pecahan Genteng terhadap Kuat Tekan Beton Rendi Tofik Hidayat; Yudi Setio Prabowo; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2685

Abstract

Perkembangan teknologi konstruksi menuntut ketersediaan beton berkualitas tinggi, namun tingginya kebutuhan beton berdampak pada berkurangnya sumber daya alam akibat penambangan agregat secara masif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi pecahan genteng dan abu sekam padi terhadap kuat tekan beton guna memperoleh campuran optimal sekaligus memanfaatkan limbah sebagai material alternatif. Tiga variasi campuran digunakan, yaitu V0 (beton normal), V1 (pecahan genteng 5% dan abu sekam padi 2%), dan V2 (pecahan genteng 7,5% dan abu sekam padi 4%). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3 hari dan 7 hari menggunakan total 18 sampel (masing-masing 3 benda uji per variasi per umur pengujian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai slump tertinggi terdapat pada beton V0 sebesar 11,2 cm, sementara V1 dan V2 menurun menjadi 10,5 cm dan 10,0 cm. Beton normal memiliki kuat tekan tertinggi (7,54 MPa pada 3 hari dan 15,6 MPa pada 7 hari), diikuti oleh V2 (5,03 MPa dan 9,6 MPa) serta V1 (4,9 MPa dan 9,23 MPa). Meskipun belum mencapai standar mutu K-250, V2 menunjukkan peningkatan kekuatan dibanding V1, menandakan bahwa penambahan bahan daur ulang secara terkontrol dapat memperbaiki performa beton. Penelitian ini memiliki implikasi praktis berupa reduksi limbah, efisiensi penggunaan material, dan potensi penghematan biaya beton.
Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Variasi Pecahan Genteng Sebagai Agregat Kasar Dan Abu Sekam Padi Sebagai Agregat Halus Gusti Yawan; Yudi Setio Prabowo; Muhammad Oka Mahendra
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2918

Abstract

Analysis of Concrete Compressive Strength with Variations in Roof Tile Fragments as Coarse Aggregate and Rice Husk Ash as Fine Aggregate Concrete is a widely used construction material due to its compressive strength and availability of raw materials. However, the limited availability of natural aggregates has led to the use of alternative materials from waste. This study aims to analyze the effect of using broken tiles as a substitute for coarse aggregate and rice husk ash as a substitute for fine aggregate on the compressive strength of K-175 grade concrete. The mixture variations used included normal concrete, concrete with 7% broken tiles and 1.5% rice husk ash, and concrete with 9% broken tiles and 3% rice husk ash. The test specimens, which were 15×15×15 cm cubes, were tested for compressive strength at 7 and 21 days of age in accordance with SNI standards. The test results showed that the use of tile fragments and rice husk ash tended to reduce the compressive strength of concrete compared to normal concrete. At 7 days, normal concrete had an average compressive strength of 9.5 MPa, while the mixture of 7% broken tiles + 1.5% rice husk ash decreased to 6.6 MPa, and the mixture of 9% broken tiles + 3% rice husk ash decreased to 6.0 MPa. At 21 days, the compressive strength of normal concrete reached 12.4 MPa, while the 7% + 1.5% mixture was only 10.7 MPa, and the 9% + 3% mixture was 8.4 MPa. Thus, the higher the percentage of waste substitution used, the greater the decrease in concrete compressive strength.