Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi data curah hujan maksimum bulanan dari satelit Global Precipitation Measurement (GPM) terhadap data observasi dari tiga pos hujan di Kabupaten Tanah Laut periode 2020–2024. Data curah hujan observasi diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sedangkan data GPM diperoleh dari NASA GES DISC sesuai dengan lokasi studi. Analisa yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menghitung rata-rata aljabar data observasi, kemudian dibandingkan dengan data GPM melalui uji validasi statistik. Parameter evaluasi yang digunakan meliputi koefisien korelasi (R), Root Mean Squared Error (RMSE), Relative Bias (RB) dan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE). Hasil penelitian menunjukan nilai R sebesar 0,86 yang mengindikasikan hubungan kuat antara data, RMSE sebesar 92,29 mm yang menunjukkan tingkat kesalahan rendah, RB sebesar –6,44 persen yang mengindikasikan kecenderungan data GPM sedikit underestimate nilai observasi, serta NSE sebesar 0,70 yang menandakan kemampuan model yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa data GPM layak digunakan sebagai sumber data alternatif untuk kajian hidrologi dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung perencanaan teknis infrastruktur bangunan air, khususnya perencanaan saluran drainase yang membutuhkan estimasi curah hujan akurat.
Copyrights © 2025