Pulau Sulawesi termasuk kategori seismik aktif di Indonesia sehingga memerlukan struktur gedung yang tidak mengalami keruntuhan bangunan saat terjadi gempa bumi. Salah satu kerusakan bangunan disebabkan ketidakmampuan menahan disipasi elemen struktur akibat gempa yang terjadi. Evaluasi kinerja struktur merupakan upaya mitigasi dampak gempa yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi gedung Laboratorium Institut Teknologi B.J. Habibie Parepare dengan menggunakan analisis linear dinamik time history dengan ETABS. Hasil analisis menunjukkan perpindahan lateral berlebih pada arah X bangunan akibat gempa Eketahuna, Duzce dan Miyagioki, sedangkan arah Y bangunan terjadi pada gempa Duzce, perpindahan tersebut melebihi batas sesuai standard nasional yaitu 82,80 mm. Rasio simpangan maksimum dari gempa Duzce dengan magnitudo 7,14 menghasilkan rasio simpangan antar lantai 0,035 mm ini masih dalam kondisi aman karena di bawah batas 13,50 mm mengacu pada ketentuan desain seismik. Kinerja struktur dari keenam beban gempa rekaman gerak tanah yang diberikan mengacu pada ATC-40 berada di level Immediate Occupancy (IO), menunjukkan struktur tetap stabil dan dapat segera difungsikan kembali pascagempa terjadi.
Copyrights © 2025