Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Parepare Menggunakan Metode Analisis Time History Yusril Arisandi; Mustakim; Abd. Muis B
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2745

Abstract

Pulau Sulawesi termasuk kategori seismik aktif di Indonesia sehingga memerlukan struktur gedung yang tidak mengalami keruntuhan bangunan saat terjadi gempa bumi. Salah satu kerusakan bangunan disebabkan ketidakmampuan menahan disipasi elemen struktur akibat gempa yang terjadi. Evaluasi kinerja struktur merupakan upaya mitigasi dampak gempa yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi gedung Laboratorium Institut Teknologi B.J. Habibie Parepare dengan menggunakan analisis linear dinamik time history dengan ETABS. Hasil analisis menunjukkan perpindahan lateral berlebih pada arah X bangunan akibat gempa Eketahuna, Duzce dan Miyagioki, sedangkan arah Y bangunan terjadi pada gempa Duzce, perpindahan tersebut melebihi batas sesuai standard nasional yaitu 82,80 mm. Rasio simpangan maksimum dari gempa Duzce dengan magnitudo 7,14 menghasilkan rasio simpangan antar lantai 0,035 mm ini masih dalam kondisi aman karena di bawah batas 13,50 mm mengacu pada ketentuan desain seismik. Kinerja struktur dari keenam beban gempa rekaman gerak tanah yang diberikan mengacu pada ATC-40 berada di level Immediate Occupancy (IO), menunjukkan struktur tetap stabil dan dapat segera difungsikan kembali pascagempa terjadi.
Analisis Penggunaan Serat Sabut Kelapa Terhadap Karakteristik Bata Ringan Muh. Rafli Pratama; Hamka Hamka; Abd. Muis B
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3411

Abstract

Limbah merupakan hasil usaha atau aktivitas yang mengandung senyawa berbahaya dan beresiko bagi lingkungan, kesehatan manusia, dan kelangsungan makhluk hidup. Limbah serabut kelapa merupakan salah satunya. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak dari kombinasi limbah serabut kelapa terhadap produksi bata rigan berdasarkan kekuatan tekan dan kemampuan menyerap air. Penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimen yang dilakukan di laboratorium struktur dan material Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian ini memperhatikan variasi campuran limbah serabut kelapa dengan variasi 0%,1%,3% dan 5%. Setiap variasi dibuat 3 sampel dengan dimensi 60cm x 10cm x 20cm selama 28 hari proses curing sebelum melalui uji kuat tekan. Berdasarkan hasil penelitian, 5,333 Mpa dengan variasi 0%, 5,194 Mpa dengan variasi 1%, 4,528 Mpa dengan variasi 3%, dan 3,861 Mpa dengan variasi 5%. Untuk bata ringan, persentase penyerapan air adalah 17,13% dengan variasi 0%, 17,36% dengan variasi 1%, 17,68% dengan variasi 3%, dan 17,86% dengan variasi 5%. Dengan kesimpulan semakin banyak persentase sabut kelapa maka daya serapa air akan meningkat karena sifat serat kelapa yang menyerap air dan menciptakan pori tambahan.Sedangkan pada kuat tekan cenderung turun jika kadar serat terlalu tinggi karena porositas meningkat dan daya ikat semen terganggu.