Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilandasi pemikiran Borman E. (1990) bahwa tema fantasi yang dipertukarkan dan menjadi narasi bersama sebuah kelompok akan menjadi daya kohesi kelompok. Sumber tema fantasi dalam penelitian ini adalah visual dalam foto yang diambil oleh kelompok remaja Negeri Hitu Lama, Maluku Tengah dan diunggah di media sosial. Daerah tersebut merupakan daerah pasca Konflik Ambon 1999 dan latar belakang masyarakatnya masih terikat pada adat, agama, sejarah, dan nilai-nilai hidup nenek moyang mereka. Tujuan penelitian adalah menganalisis representasi visual dalam foto remaja Negeri Hitu Lama guna menemukan tema fantasi dan makna dibaliknya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan jenis kualitatif dengan metode Photo Elicitation Interviews (PEI) dan Fantasy Theme Analysis (FTA), dan kerangka analisis Symbolic Convergence Theory (SCT) oleh Ernest Borman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara remaja Negeri Hitu Lama bertukar tema fantasi perdamaian dan kemudian menjadi tema bersama. Namun, tema fantasi bersama tersebut terjadi karena dominasi pemerintah berbasis daerah (raja), dan pengalaman dalam pembentukan realitas simbolik. SCT tidak cukup untuk menjelaskan tema fantasi pada konteks struktur dominasi tradisional yaitu aktor kuasa tidak diulik.
Copyrights © 2024