Penelitian ini bertujuan menyelidiki apakah, dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional, keterampilan pemecahan masalah matematika siswa meningkat ketika mereka menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan bantuan program GeoGebra. Dengan menggunakan teknik penelitian yang dikenal dengan nama nonequivalent posttest control group, penelitian ini bersifat eksperimen semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Khairiyah Pipitan. Sampel dikumpulkan dari dua kelas yang masing-masing berjumlah 22 siswa: VIII-D (kelompok kontrol) dan VIII-E (kelompok eksperimen). Hal ini dilakukan dengan menggunakan strategi purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket kemandirian belajar dan ujian esai sebanyak 5 soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Uji homogenitas dan normalitas data serta uji t dan analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menguji data. Nilai thitung yang lebih kecil dari ttabel diperoleh pada uji independen sampel t-test yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kontrol, sehingga menghasilkan penolakan H0 dan penerimaan H1. Selain itu, analisis kemandirian belajar siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 87%, memenuhi kriteria sangat kuat.
Copyrights © 2024