Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini biasanya menyerang saluran pernapasan di paru-paru dan dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui udara.Menurut data World Health Organization (WHO), didapatkan 1,5 juta orang meninggal akibat TB Paru dan sekitar 10 juta orang menderita TB Paru di seluruh dunia, dengan 5,7.000.000 di antaranya adalah laki-laki, 3,2.000.000 perempuan, dan 1,1.000.000 anak-anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder. Data yang diambil mengenai jumlah kasus TB menurut jenis kelamin dan usia, Infeksi Laten dan Terapi Pencegahan Tuberculosis pada tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara epidemiologi dengan metodeanalisis trend terhadap Kejadian Tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki cenderung lebih tinggi menderita TB Paru dibanding perempuan dengan kategori usia produktif karena laki-laki lebih banyak terpapar faktor risiko TBC seperti merokok dan minum-minuman alkohol serta kepatuhan minum obat yang buruk. Selain itu, usia produktif juga lebih sering melakukan aktivitas keseharian di luar rumah sehingga kemungkinan kontak dengan pasien TB sangat tinggi. Kesimpulan: kejadian ILTB terus meningkat setiap tahunnya tetapi berbanding terbalik dengan pelaksanaan program TPT yang sedikit demi sedikit mengalami penurunan pertahunnya.
Copyrights © 2024