Jenis gangguan kesehatan yang dikategorikan menular dan menempati posisi pertama di seluruh dunia dengan risiko kematian tertinggi serta menimbulkan ancaman kesehatan global yaitu TB atau tuberkulosis. Penyakit jenis ini disebabkan ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh melawan aktivitas bakteri Mycobacterium tuberculosis secara sempurna ketika sedang menginfeksi tubuh namun, bakteri TB masih bisa dikendalikan sehingga gejala penyakit TB tidak muncul, dimana hal ini dikaitkan dengan ILTB (Infeksi Laten Tuberkulosis). Berdasarkan rekomendasi dari WHO, metode yang paling tepat untuk menganalisis ILTB yaitu metode IGRA (Immunoglobulin Release Assay) dan TST (Tuberkulin Skin Test). Metode: Metode pendekatan yang diimplementasikan dalam penelitian berjenis deskriptif kuantitatif ini berupa metode cross-sectional, dengan banyaknya sampel yang digunakan sejumlah 53 orang. Hasil: Temuan dari hasil pengolahan dan analisis data merepresentasikan 51% atau 27 responden mempunyai keluarga penderita TB. Sementara 49% atau 26 responden lainnya tidak mempunyai keluarga penderita TB. Kejadian ILTB pada penderita TB di Puskesmas Kandai Kategori Pengetahuan yaitu Cukup 34 Responden (64,2%) dan Kurang 19 Responden (35,8%). Kepadatan hunian terhadap kejadian ILTB hunian memenuhi syarat sebesar 25 Responden (47,2%) dan tidak memenuhi syarat 26 Responden (52,8%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan meningkatkan program penyuluhan berkala khususnya kondisi fisik rumah, meminimalisir penularan dengan cara menerapkan etika batuk yang benar.
Copyrights © 2024