Laporan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 mencatat bahwa perilaku seksual berisiko pada remaja meliputi 14,7% melakukan ciuman bibir, 5,2% melakukan perabaan atau perangsangan, serta 6,1% sudah pernah melakukan hubungan seksual pra-nikah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pergaulan bebas melalui intervensi berupa edukasi dengan menggunakan model edukasi berbasis pemberian layanan informasi berupa poster edukatif, sebagai panduan pendidikan seks dan pergaulan bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimen yang menggunakan rancangan pre-test dan post-test sebanyak 27 sampel sebagai percontohan. Temuan dari hasil analisis mengindikasikan terdapat 15 remaja (55,56%) menunjukkan pemahaman yang baik, 10 remaja (37,04%) berada dalam kategori cukup, dan 2 remaja (7,4%) berada pada tingkat pengetahuan rendah. Uji statistik berpasangan menunjukkan adanya perbedaan antara skor rata-rata pre-test dan post-test, dimana nilai awal sebesar 12,27 meningkat menjadi 20,27 dengan p-value = 0,009 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi dengan menggunakan model edukasi berbasis pemberian layanan informasi berupa poster edukatif sebagai panduan pendidikan seks dan pergaulan bebas dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pergaulan bebas.
Copyrights © 2025