Pembelajaran berdiferensiasi hadir sebagai respons terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik di dalam kelas. Artikel ini bertujuan untuk memetakan konsep pembelajaran berdiferensiasi melalui metode Narrative Literature Review (NLR), menelusuri dasar teori yang melandasinya, serta mengkaji implementasinya di tingkat sekolah dasar. Tinjauan literatur naratif ini mensintesis berbagai sumber teoretis dan hasil penelitian relevan untuk menyajikan gambaran komprehensif. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berakar pada filosofi pendidikan yang mengakui keunikan setiap individu, sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Konsep ini berdiri di atas pilar utama berupa diferensiasi konten (apa yang dipelajari), proses (bagaimana mempelajarinya), produk (cara menunjukkan pemahaman), dan lingkungan belajar (suasana dan penataan kelas). Implementasi di sekolah dasar menuntut guru untuk melakukan asesmen diagnostik berkelanjutan guna memetakan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Strategi yang dapat diterapkan meliputi pengelompokan fleksibel, penggunaan materi ajar yang beragam, serta penilaian autentik yang variatif. Meskipun menawarkan solusi ideal untuk pembelajaran yang berpusat pada siswa, implementasinya menuntut perubahan paradigma, pengembangan profesionalisme guru, serta dukungan sistemik dari sekolah.
Copyrights © 2025