Perkembangan teknologi informasi dalam era globalisasi membawa budaya asing masuk dengan cepat ke Indonesia, berpotensi mengancam identitas budaya lokal. Sehingga pengenalan kearifan lokal dalam pendidikan menjadi penting untuk pemahaman dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah. Penelitian ini mengkaji integrasi kearifan lokal Wonosobo dalam proses pembelajaran di SD Negeri Menjer dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara aktif mengintegrasikan berbagai unsur kearifan lokal, seperti tari Lengger, makanan khas carica, gethuk, dan opak, serta praktik sosial seperti gotong royong dan upacara adat ke dalam mata pelajaran seni budaya, kewirausahaan, Bahasa Indonesia, dan IPA. Metode pembelajaran yang diterapkan meliputi penjelasan lisan, pemutaran video, dan penggunaan benda nyata agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Selain itu, kegiatan Market Day menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya lokal sekaligus melatih keterampilan sosial dan kewirausahaan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal tidak hanya memperkaya materi pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan identitas budaya peserta didik, mendukung pendidikan yang holistik dan berakar pada budaya daerah. Temuan ini diharapkan memberikan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai penerapan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2025