UMKM di Indonesia memiliki sumbangsih besar terhadap PDB nasional. Namun, UMKM yang didominasi oleh usaha mikro tersebut tidak mengalami perubahan signifikan dalam 10 tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas pemberdayaan UMKM dinilai masih rendah karena tidak kunjung naik kelas ke usaha kecil atau menengah dan hanya terkonsentrasi pada usaha mikro. Salah satu bentuk pengembangan dan pemberdayaan UMKM yaitu melalui PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang merupakan program wajib Universitas dan Institut di Indonesia, tidak terkecuali di Universitas Prasetiya Mulya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pemberdayaan UMKM di wilayah Cianjur melalui kegiatan Community Development 2 sebagai bentuk kegiatan PKM mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya, spesifiknya yaitu kelompok B124. Adapun kelompok melakukan analisis dari bisnis BALAD PERI yang berlokasi di Desa Bojong, Cianjur, Jawa Barat. Kelompok menemukan hasil bahwa untuk pengembangan bisnis BALAD PERI dibutuhkan SOP kerja dan perizinan PIRT, penggunaan sosial media dan marketplace untuk memperluas jangkauan target market, pembuatan laporan keuangan untuk mencatat keuntungan dan modal dari hasil penjualan, serta penjadwalan pre-order, produksi, dan pengiriman produk.
Copyrights © 2025