UMKM di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Pertambahan tersebut harus diiringi dengan pemberdayaan yang baik sehingga UMKM dapat berkembang secara maksimal dan mengatasi kendala yang terjadi terutama ketika adanya pandemi COVID-19. Akibatnya banyak UMKM yang mengalami kendala termasuk CM Sunda yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman juga mengalami kendala yaitu terdapat kekurangan pada aspek operasional. CM Sunda berlokasi di Cianjur dengan dengan pemiliknya adalah Bapak Dadan Suparlan. Penulis melakukan pembimbingan usaha secara daring dikarenakan kondisi pandemi COVID-19 untuk menemukan solusi yang membangun. Solusi yang dihasilkan adalah sudah terdapat standarisasi operasional untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci melalui jurna ini. Penulis akan memaparkan tahapan yang menggambarkan proses perjalanan CM Sunda dari awal hingga saat ini untuk mencapai pembenahan yang maksimal. Proses pembimbingan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif riset, observasi, dan riset sekunder sehingga hasil dari jurnal ini dapat berguna bagi para UKM di pedesaan maupun non-pedesaan yang ingin melakukan pembenahan melalui standarisasi operasional.
Copyrights © 2025