Bullying atau perundungan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga terjadi di dunia maya. Remaja merupakan salah satu korban yang kerap merasakan dampak dari perundungan di dunia maya atau cyber-bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psikologis korban cyber-bullying pada remaja. Metode literature review telah diterapkan dalam studi ini melalui kerangka SPIDER. Pencarian artikel didapatkan melalui pangkalan data seperti Google Schoolar, ScienceDirect, Sage Publish, PubMed Central, NIH, dan Neliti. Adapun pemilihan artikel dalam studi literature review ini telah ditentukan oleh kriteria inklusi. Terdapat dua belas artikel yang menjabarkan temuan mengenai gambaran psikologis dari cyber-bullying pada remaja. Berdasarkan hasil dari analisa ekstraksi artikel pada psikologis korban cyber-bullying, temuan utama dalam studi literatur ini mengungkapkan bahwa dari dua belas artikel membahas fenomena pada remaja di Indonesia yang mengalami cyber-bullying atau perundungan di dunia maya. Korban dari cyber-bullying di dunia maya mayoritas terjadi pada remaja awal, exclusion menjadi bentuk paling sering dilakukan di platform whatsapp. Remaja yang menjadi korban cyber-bullying mengalami masalah kesehatan mental berubah malu, takut, trauma,putus asa, tidak percaya diri, gangguan konsep diri, depresi, hingga memiliki ide bunuh diri.
Copyrights © 2024