Tenun Ikat Troso merupakan kerajinan tradisional khas Jepara yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa Islamisasi Mataram. Pada awalnya digunakan sebagai kebutuhan sandang masyarakat dengan teknologi sederhana berupa tenun gedhog, hingga kemudian berkembang menggunakan ATBM dan menjadi industri rumah tangga yang menopang ekonomi warga. Perkembangannya mengalami pasang surut, termasuk masa kelesuan pada akhir 1970-an yang mendorong sebagian warga bekerja di Bali dan membawa pulang inovasi motif serta teknik baru seperti motif Sumba dan Flores. Dukungan pemerintah, termasuk Instruksi Gubernur Jawa Tengah tahun 1988 tentang penggunaan kain tenun bagi PNS, turut menghidupkan kembali industri ini sekaligus memperluas pasar hingga tingkat nasional dan internasional. Kini, Tenun Troso bukan hanya bernilai ekonomi tetapi juga menjadi identitas budaya Jepara, memperkuat kohesi sosial, serta dilibatkan dalam pendidikan berbasis kearifan lokal. Meskipun demikian, pelestarian Tenun Troso menghadapi tantangan seperti modernisasi, persaingan produk pabrikan, dan menurunnya minat generasi muda, sehingga diperlukan inovasi, edukasi budaya, promosi digital, serta keterlibatan aktif pemerintah dan komunitas untuk menjaga keberlanjutan warisan ini.
Copyrights © 2025