Caping merupakan salah satu produk kerajinan tradisional yang memiliki nilai fungsional sekaligus budaya dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Desa Gulang di Kabupaten Kudus merupakan salah satu sentra produksi caping yang masih mempertahankan teknik pembuatan secara turun-temurun dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti bambu dan janur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi caping di Desa Gulang, peran sosial-ekonomi kerajinan tersebut bagi masyarakat, serta upaya pelestarian budaya lokal dalam menghadapi modernisasi dan perubahan gaya hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengrajin, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan caping di Desa Gulang bukan hanya merupakan aktivitas ekonomi, tetapi juga simbol identitas budaya lokal yang berkaitan erat dengan kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Selain itu, kerajinan ini berpotensi dikembangkan sebagai produk kreatif bernilai ekonomi melalui inovasi desain tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Dengan demikian, caping Desa Gulang memiliki prospek untuk terus dipertahankan sebagai warisan budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat.
Copyrights © 2025