UMKM pengolahan pangan memainkan peran penting dalam perekonomian, namun sering menghadapi tantangan berupa standar mutu dan konsistensi produk. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat produk dominan dan menganalisis akar penyebab kualitas pada proses produksi Lele Bumbu 222 di lokasi Olivia C16, Griya Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16160, pada 1 Oktober 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus; data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Analisis menggunakan Diagram Pareto dan Diagram Fishbone. Hasil menunjukkan tiga cacat utama—ukuran tidak standar (33,3%), bumbu tidak merata (25,9%), dan kemasan vakum kurang rapat (22,2%)—yang berkontribusi 81,4% terhadap total masalah. Akar penyebab dominan berasal dari faktor manusia, metode, dan mesin. Penelitian ini mengisi gap dalam literatur kontrol kualitas UMKM pangan Indonesia yang cenderung berfokus pada industri besar. Rekomendasi mencakup pengembangan SOP, penerapan GHP, dan peningkatan teknologi pengemasan.
Copyrights © 2025