Sistem monitoring dan kontrol dalam greenhouse memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja sistem berbasis Fuzzy Logic dengan kontrol manual dalam greenhouse skala kecil menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Model greenhouse miniatur dengan dimensi 1m x 1m x 1m dikembangkan menggunakan sensor DHT22 untuk suhu dan kelembaban udara, sensor YL-69 untuk kelembaban tanah, serta aktuator berupa kipas, pemanas, dan pompa air yang dikendalikan oleh ESP32. Data dipantau secara real-time melalui platform IoT seperti Firebase atau Blynk. Metode Fuzzy Logic menggunakan pendekatan Mamdani Fuzzy Inference System (FIS) untuk menentukan keputusan kontrol berdasarkan data sensor, sementara kontrol manual dilakukan berdasarkan pengamatan langsung oleh pengguna. Pengujian dilakukan selama 4 minggu dengan mengukur kestabilan lingkungan, efisiensi energi dan air, serta pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis Fuzzy Logic lebih unggul dalam menjaga kestabilan suhu dan kelembaban, mengurangi konsumsi energi dan air, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman dibandingkan metode kontrol manual. Penelitian ini memberikan dasar untuk penerapan sistem otomatisasi pada greenhouse skala lebih besar guna meningkatkan efisiensi pertanian modern.
Copyrights © 2024