Keterlibatan politisi pesantren dalam pergulatan politik telah menjadi fenomenatersendiri dalam dinamika politik, terutama tingkat lokal. Santri bahkan tidak hanyamemilih partai politik berbasis pesantren, melainkan juga telah berdiaspora kesejumlah partai yang tak terbatas ideologi kepartaian. Mereka telah menjelmamenjadi kekuatan baru dalam sejumlah parpol yang variatif dan eksistensi merekatidak hanya sekedar menjadi penonton, tetapi telah mampu memerankan diri sebagaipolitisi mumpuni di tubuh parpol yang digeluti. Karena santri dimanapun iaberaktifitas sejatinya tidak lepas dari prinsip dasar kepesantrenan, yaitu untukmelakukan transformasi sosial yang berpihak terhadap kemaslahatan bersama,termasuk juga dalam dunia politik. Sebagai alumni pesantren, perilaku politik merekatentu saja didasarkan pada misi untuk melakukan upaya menghidupkan nilai-nilaipesantren dalam politik yang digeluti. Inilah transformasi dakwah politik yang telahdihidupkan oleh kalangan politisi pesantren (bhindhara) dalam pergulatan politik diMadura.Penelitian ini merupakan penelitian field research (penelitian lapangan), denganbeberapa model pengumpulan data, yang meliputi observasi (pengamatan),wawancara mendalam (indepth interview), dan metode dokumentasi. Penentuanpopulasi dan sampel ditetapkan menggunakan teknik snow-ball dan teknik analisis isi(content analysis) digunakan untuk menggambarkan tentang kategori-kategori yangditemukan dan muncul dari data yang ada.Politisi pesantren telah melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan nilai-nilaipesantren di tubuh parpol yang menjadi kendaraannya, terutama dalam parpolparpolyang tidak berbasis pesantren. Misi mengintegrasikan tradisi pesantrensebagai ruh kegiatan partai. Politisi pesantren tersebut dalam prakteknya, tidak hanyasekedar menjadikan parpol sebagai sarana merebut kekuasaan, tetapi juga dijadikansebagai sarana untuk membumikan tradisi keagamaan sebagaimana yang telahdikembangkan oleh pesantren, seperti kegiatan tahlilan, membaca shalawat,istighasah maupun kegiatan yang ada hubungannya dengan tradisi trurasiyah.
Copyrights © 2023